Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
PecintaMedia.com

Temukan Berita Dunia, Nikmati Cerita Dunia

PecintaMedia.com

Temukan Berita Dunia, Nikmati Cerita Dunia

  • Home
  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Home
  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kesehatan

Kasus Covid-19 Meningkat, Pakar Ingatkan JN.1 yang Bisa Tembus Perlindungan Vaksin

By admin
May 27, 2024 2 Min Read
0

Kasus Covid 19 di Indonesia meningkat seiring dengan kemunculan subvarian Omicron JN.1.1, JN.1, dan JN.1.39. Menurut data laporan mingguan nasional Covid 19 Kementerian Kesehatan periode 12 18 Mei 2024, terdapat 19 kasus konfirmasi, 44 kasus rawat ICU, dan 153 kasus rawat isolasi. Tren positivity rate mingguan berada di angka 0,65 persen dan nol kematian. Tren orang yang dites per minggu pun mencapai 2.474 orang.

Terkait subvarian ini, Epidemiolog dan ahli kesehatan global Dicky Budiman ungkap jika JN.1 beserta turunannya seperti KP.1 dan KP.2, memang tidak menimbulkan gejala yang lebih berat. Karena sebagian masyarakat sudah memiliki kekebalan jika dibandingkan dengan awal pandemi. Namun, JN.1 beserta turunannya seperti KP.1 dan KP.2 ini punya kelebihan lain yaitu bisa menembus perlindungan vaksin.

Jadi orang yang sudah divaksinasi pun masih bisa terinfeksi Covid 19. Tapi orang yang belum diberi divaksinasi sama sekali bisa berisiko mengalami kefatalan dalam kesehatan. "Itu sudah semakin baik kemampuannya. Lebih cepat, mudah menginfeksi. Apa lagi kalau belum divaksinasi. Bisa fatal bahkan ketika menimpa orang komorbid atau orang lanjut usia. Atau bahkan pada anak," sambung Dicky. Menurut Dicky, dampak dari penyakit Covid 19 saat ini bukan lagi bersifat akut. Tapi bisa menimbulkan dampak kronis yang berkepanjangan seperti komplikasi pada kelompok orang berisiko.

Selain itu, subvarian JN.1 berserta turunannya pun disebut mempunyai kemampuan penyebaran yang lebih cepat. Ditambah lagi, saat ini masyarakat belakangan sangat jarang memakai masker. Belum lagi kualitas udara yang masih memburuk, sehingga orang orang jauh lebih mudah terinfeksi. Karena itu, dia mengimbau pada masyarakat untuk tetap menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). "Ada atau tidak pandemi. Ini sangat berguna menjaga kesehatan kita dan keluarga," pungkasnya.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tags:

health & concernskasus covid-19kemunculan subvarian omicronkesehatanvaksin
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Hyundai Berencana Jual All New Kona Electric di Harga Rp 500 Jutaan

Next

Menkes Datangkan 22 Dokter dari Arab Saudi, Bagikan Ilmu Bedah Jantung Terbuka di RSUP Adam Malik

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • July 2026
  • June 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024

Categories

  • Asuransi
  • Bisnis
  • Informasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Konstruksi & Bangunan
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Seleb
  • Superskor
  • Techno

Recent Posts

  • Inspirasi Nama Kucing Berdasarkan Warna, Karakter, hingga Kepribadiannya
  • Strategi Finansial Cerdas Bersama BCA Life
  • Pemasaran Digital Bantu UMKM Semakin Berkembang 
  • Jaket Winter Bulu Angsa, Jadi Andalan Saat Liburan ke Negara Dingin
  • 10 Persiapan Liburan ke Eropa agar Lebih Aman dan Tenang

Recent Comments

No comments to show.
Copyright 2026 — PecintaMedia.com. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme