Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
PecintaMedia.com

Temukan Berita Dunia, Nikmati Cerita Dunia

PecintaMedia.com

Temukan Berita Dunia, Nikmati Cerita Dunia

  • Home
  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Home
  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Kesehatan

Kecukupan Protein dalam Pola Makan Lansia Penting untuk Cegah Sarkopenia

By admin
September 5, 2024 3 Min Read
0

Seiring bertambahnya usia, maka dapat mengalami penurunan massa dan fungsi otot secara bertahap dan progresif. Proses ini dikenal sebagai sarkopenia. Biasanya terjadi dimulai pada usia 40 an awal dan dapat mengakibatkan penurunan massa otot sebesar tiga hingga delapan persen per dekade. Berdasarkan hasil penelitian di berbagai provinsi yang dipublikasi di tahun 2023 di jurnal Acta Medica Indonesiana, satu dari lima lansia di Indonesia diprediksi menderita sarkopenia.

Karenanya, kecukupan protein menjadi sebuah keharusan. Salah satu peran utama protein adalah membentuk struktur tubuh yang penting, seperti otot, organ, kulit, dan rambut. Protein membangun atau memelihara massa otot ketika dikombinasikan dengan latihan resistensi.

“Tanpa jumlah protein yang cukup, tubuh kita tidak akan mampu tumbuh atau memperbaiki keausan sehari hari pada jaringan otot, dan bahkan dapat mulai merusak jaringan tubuh untuk menyediakan asam amino yang diperlukan guna mempertahankan fungsi tubuh yang teratur,” kata Chairman, Scientific & Medical Advisory Board, Global Consumer Safety, Herbalife, David Heber dikutip Kamis (5/9/2024). Dalam Survei 2020 Asia Pacific Healthy Aging oleh pihaknya, responden dari Indonesia mengatakan bahwa suplemen utama mereka untuk penuaan sehat adalah multivitamin dan mineral (74 persen) serta kalsium (46 persen), sementara hanya empat dari 10 orang yang mengonsumsi protein sebagai bagian dari bagian suplemen mereka. Temuan ini menyoroti kebutuhan lebih banyak orang untuk mengonsumsi protein dalam jumlah yang cukup seiring terutama pada usia 40 an atau 50 an.

Ia pun membeberkan, cara memenuhi kebutuhan protein dalam pola makan. Perlu bijaksana dalam memilih sumber protein. Protein lengkap, yang ditemukan dalam sumber hewani dan produk kedelai, memungkinkan untuk menggantikan jumlah protein yang cukup agar tubuh dapat berfungsi dengan baik . Pertama, tingkatkan asupan protein. Saat berusaha berdiet, sering kali penurunan asupan kalori juga mengakibatkan penurunan jumlah protein.

Padahal kondisi ini dapat menghambat kemampuan tubuh untuk membangun dan memelihara massa otot. Caranya, kurangi asupan karbohidrat olahan dan manisan, dan menggantinya dengan makanan yang menyediakan protein terbanyak dengan kalori paling sedikit. Beberapa contohnya termasuk telur, Almond, dada ayam, ikan, yoghurt, dan keju. Selain itu, kita juga dapat memasukkan sumber protein nabati seperti tahu dan tempe ke dalam pola makan untuk lebih meningkatkan asupan protein.

Kedua, dapatkan asupan protein harian lebih awal. Untuk mengoptimalkan asupan protein, pastikan memulai hari dengan protein yang cukup. Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika mengonsumsi sebagian besar protein di malam hari, potensi pertumbuhan otot tidak optimal dibandingkan saat konsumsi protein didistribusikan sepanjang hari. Sarapan adalah makanan paling penting di hari, tetapi sering diabaikan dalam hal asupan protein.

Sarapan yang khas seperti nasi dan bubur mungkin tidak mengandung cukup protein. Salah satu cara terbaik untuk memulai hari adalah dengan shake protein, yang akan membantu memulai asupan protein. Misalkan konsumsi tiga putih telur dari telur rebus atau produk putih telur, segelas susu atau yogurt, atau tambahkan segenggam kacang kacangan untuk meningkatkan kadar protein di pagi hari. Anda juga dapat melakukan hal yang sama saat makan siang dengan makanan berprotein rendah lemak, dengan menggeser sebagian besar asupan protein ke jam jam lebih awal untuk efisiensi pembangunan otot yang lebih baik.

Ketiga, coba masukan suplemen protein ke dalam pola makan. Untuk mencapai target protein harian tanpa menambah kalori ekstra, bisa konsumsi shake protein sebagai suplemen untuk pola makan. "Formula 1 dan Formula 3 kami dapat menyediakan protein berkualitas tinggi bagi masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan protein harian mereka," ungkap David. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tags:

kesehatanlainnyalansiaproteinsarkopenia
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Butuh Berapa Lama agar Telur Matang Sempurna? Simak Cara Rebus Telur dengan Benar

Next

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di NTB Ternyata Pimpinan JAD, Kerap Khutbah Bertema Radikal

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024

Categories

  • Asuransi
  • Bisnis
  • Informasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Konstruksi & Bangunan
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Seleb
  • Superskor
  • Techno

Recent Posts

  • Kira-Kira Koper 20 Inch Muat Berapa Baju? Ini Tipsnya Biar Muat Banyak
  • Keunggulan dan Keamanan Deposito Online Bank Sinarmas
  • Inspirasi Nama Kucing Berdasarkan Warna, Karakter, hingga Kepribadiannya
  • Strategi Finansial Cerdas Bersama BCA Life
  • Pemasaran Digital Bantu UMKM Semakin Berkembang 

Recent Comments

No comments to show.
Copyright 2026 — PecintaMedia.com. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme