Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
PecintaMedia.com

Temukan Berita Dunia, Nikmati Cerita Dunia

PecintaMedia.com

Temukan Berita Dunia, Nikmati Cerita Dunia

  • Home
  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Home
  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Nasional

Tokoh Suku Mee Papua Tengah Minta MK dan KPU Kembalikan Suara Masyarakat Hasil Kesepakatan Noken

By admin
May 8, 2024 3 Min Read
0

Tokoh masyarakat Suku Mee yang mendiami wilayah Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Nabire Pegunungan Provinsi Papua Tengah meminta Mahkamah Konstitusi dan KPU RI mengembalikan suara rakyat yang sudah diberikan berdasarkan kesepakatan noken sesuai dengan hasil nyata di tingkat kampung yang sudah diberikan. Permintaan ini disampaikan Tokoh Suku Mee menyusul adanya dugaan rekayasa oknum KPU di tingkat kabupaten bekerjasama dengan oknum partai politik tertentu terhadap hasil kesepakatan Noken yang sudah diberikan oleh masyarakat bersama kepala kampung dan kepala kepala suku. "Dasar seluruh gugatan kami di MK ini adalah adanya dugaan perampokan terhadap hasil kesepakatan Noken yang dilakukan oleh oknum KPU, Bawaslu, dan partai politik tertentu. Suara hasil kesepakatan noken di tingkat kampung itu kami duga direkayasa semua dan terbukti tidak ada pleno di tingkat distrik. Jadi angka angka pleno di tingkat Kabupaten itu palsu semua utamanya dari hasil kesepakatan noken di tiga kabupaten Paniai, Deiyai dan Digiyai sesuai kemauan oknum tertentu ditambah intimidasi dengan cara kekerasan. Ini pokok gugatan kami agar suara riil yang nyata di lapangan hasil Noken itu dikembalikan," ungkap Tokoh Suku Mee Papua Tengah Nason Utty kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Menurut Nason, suara rakyat hasil kesepakatan noken adalah suara rakyat suku Mee yang ingin juga memiliki wakil di DPR baik pusat, provinsi maupun Kabupaten. Dan jumlah suara yang disepakati untuk calon calon legislatif dari putra putra terbaik suku Mee tersebut cukup untuk menduduki kursi kursi tersebut. "Tapi apa yang terjadi karena nafsu kekuasaan oknum tertentu, segala cara dilakukan. Suara Noken masyarakat dimanipulasi semua. Bagaimana mungkin suara noken orang suku Mee ada yang diberikan kepada orang dari luar suku Mee bahkan bukan orang Asli Papua? Ini kan lucu sekali. MK kami minta buka mata dan buka hati agar persoalan perampokan suara di Papua Tengah ini bisa diputuskan dengan adil," jelas Nason.

Ledakan Keras di Pusat Tel Aviv, Belasan Tentara Israel Roboh Dalam Sehari di Front Gaza Lebanon Halaman 4 Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 72 73 Kurikulum Merdeka, Kegiatan 3: Unsur Cerpen Halaman all Pj Bupati Hani Syopiar Rustam Angkat Kaki dari Banyuasin, Tokoh Masyarakat Bayar Nazar Potong Sapi Sripoku.com

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 117 119 Kurikulum Merdeka: Penilaian Pengetahuan Bab 4 Halaman all Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 80 81 82 83 Kurikulum Merdeka: Penilaian Pengetahuan Bab 3 Halaman 4 Dia mengambil contoh suara dari Calon Legislatif DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil Papua Tengah Albertus Keiya, di lapangan mendapatkan suara kesepakatan noken dari Kabupaten Paniai sebanyak 73 Ribu dan Dogiyai 93 ribu.

"Hasil ini adalah nyata kesepakatan noken di dua wilayah ini untuk wakil DPR RI dengan total 166 ribu suara, tetapi hilang dirampok di pleno tingkat kabupaten. Ini jahat sekali. Angka mereka manipulasi semua. Kami bisa tunjukan bukti hasil Noken dari dua wilayah ini ke MK termasuk jika MK ingin agar para kepala suku dari wilayah ini kami hadirkan," tegas Nason. Dia berharap agar sidang PHPU legislatif di Papua Tengah ini bisa menjadi catatan hakim MK mengembalikan roh demokrasi sesungguhnya yaitu kedaulatan rakyat bukan kedaulatan penguasa. "Kami suku Mee sejak Pemilu 2004 bahkan sebelumnya selalu bisa mengirimkan satu wakil di DPR RI karena memang suara kesepakatan noken itu cukup mengirimkan satu wakil ke Senayan. Tetapi kenapa sekarang hilang? Apalagi kami suku Mee ini sudah jadi provinsi sendiri, masa iya untuk satu DPR RI saja tidak ada. Ini sangat aneh. Dulu waktu masih di Papua induk saja kami bisa kirimkan satu wakil. Aneh bin ajaib dan semuanya karena direkayasa dan dirampok. MK kami adil dan berani membuat keputusan. Bukan soal menang atau kalah tetapi kembalikan suara rakyat sesungguhnya pada tempat yang sebenarnya," pungkas Nason.

Tags:

kpumahkamah konstitusinasionalnokenpolitiktokoh papua
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Tanggapi Soal Korupsi, Eks Menteri SYL Pamer Penghargaan hingga Siap Dipenjara

Next

Sjafrie Sjamsoeddin Dinilai Sosok Kompeten dan Laik Diberi Amanat dari Presiden Terpilih

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • July 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024

Categories

  • Asuransi
  • Bisnis
  • Informasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Konstruksi & Bangunan
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Seleb
  • Superskor
  • Techno

Recent Posts

  • Pilihan Motor Listrik untuk Mobilitas Harian : Cara Memilih yang Sesuai Kebutuhan
  • Kira-Kira Koper 20 Inch Muat Berapa Baju? Ini Tipsnya Biar Muat Banyak
  • Keunggulan dan Keamanan Deposito Online Bank Sinarmas
  • Inspirasi Nama Kucing Berdasarkan Warna, Karakter, hingga Kepribadiannya
  • Strategi Finansial Cerdas Bersama BCA Life

Recent Comments

No comments to show.
Copyright 2026 — PecintaMedia.com. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme